Mazmur ini ditulis oleh Ezra, seorang Nabi Tuhan yang memimpin bangsa Israel kembali ke Yerusalem dan membangun bait Allah. Kehidupan umat yang berjuang kembali ke Yerusalem dan perjuangan membangun bait Allah tentunya melelahkan. Segala daya upaya dilakukaan umat untuk kembali berbaik dengan Tuhan. Proses Perjuangan tidak mengkhianati hasil. Ada dampak positif yang membawa sukacita dalam segala daya juang kita. Tidaklah berlebihan bila kita pinjam satu judul sinetron jadul yang berjudul “Sengsara Membawa Nikmat”.
Kembali pada teks bacaan kita, ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan dalam Mazmur 126 ini yaitu:
1. Tuhan Memulihkan
Kalimat “memulihkan keadaan” pada ayat 1 diulangi lagi di ayat yang ke-4 dalam Mazmur 126 ini. Bisa diterjemahkan dengan kata restorasi yang berarti kembali kepada keadaan semula. Kejadian 1:26, manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Tuhan rindu manusia ciptaanNya kembali seperti keadaan semula yang serupa dan segambar dengan Allah. Dan hal yang paling penting dan utama yang dipulihkan Tuhan adalah relasi/hubungan dengan Tuhan.
2. Cara Tuhan Memulihkan
Cara Tuhan memulihkan kehidupan kita, tidak terbatas oleh akal dan pikiran kita. Firman Tuhan pada ayat pertama mengatakan, keadaan kita seperti orang yang bermimpi. Tidak mungkin ada orang yang ingin mimpi buruk. Pastinya semua ingin mimpi yang indah dan jadi kenyataan.
Pada saat Tuhan memulihkan kita, firman Tuhan mengatakan keadaan kita seperti orang yang bermimpi, mulut kita penuh tertawa. Berarti sesuatu yang baik Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita dan mendatangkan sukacita bagi hidup kita. Oleh sebab itu, jangan batasi kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan kita.
Tuhan punya berbagai cara untuk memulihkan hidup kita, sekalipun kelihatannya tidak ada harapan, tapi percayalah cara Tuhan yang melampaui akal dan pikiran kita akan memberikan harapan yang baru dalam hidup kita. Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita (ayat 3).
3. Respon Kita
Ketika Tuhan memulihkan kehidupan kita, mulut kita penuh puji-pujian kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur kita kepada Tuhan. (ayat 2). Ucapan syukur karna pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita.
Bukan hanya ucapan syukur saja, bahkan ada taburan yang kita tabur dalam hidup kita. Bahkan Firman Tuhan mengatakan orang yang menabur dengan mencucurkan airmata akan menuai dengan sorak sorai. Taburlah dengan taburan yang benar dihadapan Tuhan, taburlah dengan airmata kasih, airmata ketaatan, air mata kekudusan dihadapan Tuhan. Dan jangan lupa untuk bersukacita. Karena apa yang kita tabur dalam kebenaran, pasti akan menuai dengan sukacita. Tuhan rindu memulihkan umatNya, mengembalikan kita serupa dan segambar dengan Allah.
Ditengah-tengah penderitaan kita, Ada Tuhan yang selalu memberikan harapan yang pasti dalam hidup kita, oleh sebab itu menaburlah hal-hal yang baik dalam kehidupan kita, sehingga airmata kita tidak sia-sia. “Dan bergembiralah karna Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37:4).
Dalam Mazmur 126 Pemulihan Tuhan bisa terasa seperti mimpi karena begitu ajaib dan melampaui akal manusia. Namun, pemulihan itu nyata dan membawa sukacita yang besar bagi mereka yang mengalaminya. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada keadaan yang terlalu rusak untuk Tuhan pulihkan. Respons kita atas pemulihan itu adalah hidup dalam syukur, menabur hal-hal baik dalam ketaatan, kasih, dan pengharapan, bahkan saat disertai air mata.
Tuhan menjanjikan bahwa setiap benih yang ditabur dalam kebenaran akan dituai dengan sorak sorai. Maka tetaplah berharap, bersukacita, dan percayalah bahwa pemulihan dari Tuhan selalu tersedia bagi mereka yang setia dan mengandalkanNya. Tuhan memberkati. [*]