Berbicara tentang peran, tentunya setiap kita pribadi lepas pribadi memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Demikian juga dalam kehidupan keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki peran yang sudah ditetapkan dan jika kita menjalankan peran kita dengan baik dan bertanggung jawab maka kehidupan dalam keluarga akan menjadi sejahtera dan harmonis. Lebih dari itu, bahwa peran yang dijalankan dengan baik dalam kehidupan keluarga, juga akan memberikan dampak positif bagi kehidupan berjemaat.
Rasul Paulus menulis surat ini, kepada jemaat di Kolose, bertujuan untuk menolong jemaat Kolose untuk tetap hidup berpusat pada Kristus di tengah berbagai ajaran yang keliru pada saat itu. Karena itu, setelah Rasul Paulus menjelaskan kehidupan baru di dalam Kristus dalam perikop sebelumnya, rasul Paulus juga mengarahkan perhatian pada kehidupan keluarga.
Karena bagi rasul Paulus, iman tidak hanya dilihat dalam ibadah melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari dalam rumah.Dalam bacaan kita saat ini, Kolose 3:18-23, rasul Paulus menasehati istri untuk menghormati suami dan suami untuk mengasihi istri dengan lemah lembut.
Anak-anak dipanggil untuk taat kepada orang tua, sedangkan orang tua diminta untuk membimbing anak-anak dengan kasih dan tidak menyakiti hati mereka, dan hamba-hamba juga harus bekerja dengan tulus dan setia, bukan hanya untuk menyenangkan hati manusia, melainkan sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan.
Dan rasul Paulus menunjukkan bahwa setiap hubungan dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari harus dibangun atas dasar kasih, ketaatan, dan tanggung jawab kepada Kristus. Karena dengan demikian, keluarga menjadi tempat di mana iman diwujudkan secara nyata.
Dan dalam ayat 23, Paulus memberikan penekanan bahwa apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Artinya, setiap peran dan tanggung jawab dalam keluarga maupun pekerjaan adalah bagian dari pelayanan kepada Tuhan yang harus dijalankan dengan setia.
Saat ini ada 3 poin penting yang menjadi renungan bagi kita:
- Jalankan peran dalam keluarga dengan kasih. Dalam kehidupan, kita diingat secara pribadi untuk terus menjalani peran dan Tanggung jawab kita dalam kehidupan keluarga sesuai dengan kasih sesuai dengan kehendak Tuhan. Karena jika setiap anggota keluarga saling mengasihi, menghormati, dan mendukung, keluarga akan menjadi tempat yang penuh damai sejahtera.
- Keluarga sebagai tempat bertumbuh dalam Iman. Keluarga bukan hanya tempat tinggal bersama, melainkan tempat pembentukan karakter dan pertumbuhan Iman. Untuk itu, keluarga harus hidup dalam kasih Kristus. Jangan ada kekerasan, ketidakadilan, kata-kata yang kasar dan saling menghakimi, melainkan jadikan keluarga sebagai tempat yang aman dan sukacita agar iman setiap anggota terus bertumbuh.
- Melayani Tuhan dalam kehidupan keluarga. Melayani Tuhan bukan saja ketika kita melakukan kegiatan di gereja, tetapi dalam kehidupan keluarga, ketika kita melakukan peran dan Tanggung jawab kita dengan baik kita juga sedang melayani Tuhan. Seperti dalam Kolose 3:23 yang mengingatkan agar segala sesuatu dilakukan seperti untuk Tuhan. Oleh karena itu, melayani keluarga, mendidik anak, menghormati orang tua, dan membangun hubungan yang baik di rumah merupakan bagian dari pelayanan kepada Tuhan.
Oleh karena itu mari kita terus menjadi keluarga yang menjalankan peran dan tanggung jawab dengan baik, dan semuanya hanya untuk memuliakan nama Tuhan dan biarlah kehidupan keluarga kita membawa dampak positif dalam kehidupan berjemaat. Amin.[*]
Penulis: Cavic. Suryani Indawenthy Wadu, S.Th.