Saat gereja berulang tahun, kita sering memikirkan hadiah berupa dekorasi, dana, atau acara yang meriah. Hadiah terbaik bagi gereja bukanlah materi, melainkan kualitas iman jemaatnya.
Gereja yang kuat lahir dari keluarga-keluarga yang takut akan Tuhan. Dalam Yosua 24:1-15, Yosua mengumpulkan seluruh suku Israel di Sikhem untuk mengingat kebaikan Tuhan dan memperbarui komitmen iman mereka sebelum ia mati.
Yosua menegaskan bahwa hadiah terbesar yang bisa diberikan umat kepada Tuhan adalah kesetiaan dan ibadah yang murni, yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, sebagaimana ikrar terkenalnya: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15).
Berkaca dari teladan Yosua, hadiah ulang tahun yang paling sejati untuk gereja masa kini adalah pembaruan komitmen rohani setiap jemaat. Ketika setiap keluarga Kristen membangun mezbah doa di rumah, hidup saling mengasihi, dan setia tertanam dalam firman Tuhan, maka gereja secara otomatis akan bertumbuh menjadi mandiri, kokoh, dan berdampak bagi dunia.
Ada 3 poin penting dalam bacaan di atas:
1. Mengingat Kebaikan Tuhan (Ayat 1-13)
Yosua menceritakan kembali sejarah penyertaan Tuhan, mulai dari memanggil Abraham, membebaskan dari Mesir, hingga memberikan tanah Kanaan. Keluarga Kristen juga harus rajin menghitung berkat Tuhan agar tidak menjadi sombong atau lupa diri.
Manusia cenderung mudah melupakan pertolongan Tuhan saat berada di zona nyaman. Mengingat masa-masa sulit yang berhasil dilewati bersama Tuhan akan menjaga hati tetap rendah hati.
Sehingga Yosua ingin menekankan bahwa setiap pencapaian, kemenangan, dan tanah subur yang dinikmati Israel bukanlah hasil kekuatan mereka sendiri, melainkan murni karena anugerah dan kesetiaan Tuhan.
2. Tantangan Memilih (Ayat 14-15a)
Yosua memberikan pilihan tegas kepada bangsa Israel untuk membuang berhala dan melayani Tuhan dengan tulus ikhlas. Mengikut Tuhan adalah sebuah keputusan aktif, bukan sekadar ikut-ikutan atau warisan tradisi.Yosua menyadari bahwa berada di tanah Kanaan yang penuh dengan pengaruh dewa-dewa asing dapat mengikis kemurnian iman Israel.
Oleh karena itu, ia mendesak mereka untuk mengambil posisi yang jelas dan tidak mendua hati.Tantangan memilih ini sangat relevan bagi gereja dan keluarga Kristen di era modern ini menjadi Kristen karena lahir di keluarga Kristen tidak otomatis membuat seseorang memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. Setiap individu dan generasi harus mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus dan memilih-Nya secara sadar.
3. Komitmen Sang Pemimpin (Ayat 15b)
Yosua mengambil sikap yang berani: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Yosua memastikan bahwa kesetiaannya kepada Tuhan dimulai dari dalam rumah tangganya sendiri. Sebagai pemimpin rumah tangga, ia memastikan bahwa istri, anak, dan seluruh anggota keluarganya mengutamakan Tuhan di atas segala hal, terlepas dari pengaruh dunia luar.
Aplikasi
Bapa ibu, saudra/i yang di berkati Tuhan. Periksa kembali kehidupan rohani di rumah kita. Apakah doa bersama dan pembacaan Firman Tuhan masih menjadi prioritas, atau sudah tergeser oleh kesibukan dan hiburan?. Buat keputusan tegas mari jadikan momentum ulang tahun gereja ini untuk memperbarui komitmen keluarga.
Buang “berhala modern” Berhala masa kini tidak saja berbentuk patung, melainkan segala sesuatu yang menggeser posisi Tuhan nomor satu di hati kita. seperti kemalasan rohani, egoisme, pengejaran harta dan pertengkaran di dalam rumah.
Karena mengikut Tuhan menuntut ketegasan untuk berkata “tidak” pada nilai-nilaidunia yang bertentangan dengan firman-Nya. Ini adalah keputusan harian untuk menyangkal diri, memikul salib, dan hidup dalam kekudusan dan menjadi kado hidup bagi Gereja yaitu hiduplah rukun, saling mengampuni, dan saling mendukung di rumah.
Saat keluarga kita hidup dalam kasih Kristus, kita sedang mempersembahkan hadiah ulang tahun terbaik yang membuat gereja kita terus bertumbuh dan menjadi berkat bagi dunia.