Berjalan Maju dalam Pemberkatan Tuhan (Lukas 24:50-53)

Tidak terasa waktu mengantar kita memasuki gerbang Ulang Tahun GKS Jemaat Praihowar yang kedua. Seperti Tuhan Yesus menjejakann kaki memasuki bukit zaitun kita banyak menyaksikan dengan iman peristiwa sejarah Yesus Kristus yaitu kisah akbar tentang kenaikan ini di dahului dengan banyak peristiwa iman yang sangat dramatis, termasuk sengsara, kematian, dan kebangkitanNya, serta karya karya pemulihanNya terhadap para murid. Peristiwa kenaikan ini memberikan makna yang sangat penting bagi kita, diantaranya:

  1. Yesus berbicara tentang misi yang diberikan kepada para murid untuk mewartakan pertobatan dan pengampunan dosa kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem dan menjadi saksi-Nya.
  2. Setelah itu, Injil berbicara tentang janji Roh Kudus sebagai Peryataan Allah yang tak terbatas dalam menyatakan pemberkatanNya atas dunia secara menyeluruh
  3. Berkat dan sukacita Kisah Injil pada Hari Raya Kenaikan Tuhan diakhiri dengan gambaran peristiwa Kenaikan Yesus ke surga: “Yesus membawa murid-murid-Nya ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga. Para murid menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita” (50-52).
  4. Semakin giat membangun persekutuan di rumah Tuhan adalah bukti nyata bahwa kita sudah menyaksikan Yesus yang naik ke sorga dan juga ini adalah bukti bahwa kita senantiasa menantikan kedatanganNya kembali ke dunia ini (53).

Apa yang dialami oleh para murid sedikit paradoks. Ketika kehilangan seseorang yang dicintai, misalnya dalam perpisahan atau kematian manusia pada umumnya, termasuk kita akan mengalami rasa sedih karena kita tahu bahwa kita tidak akan melihatnya lagi dan tidak menikmati kebersamaan dengannya.

Sebaliknya, para murid justru bersukacita karena Yesus telah pergi. Mengapa para murid Yesus bersukacita? Alasannya tidak diberikan, tetapi setiap kita yang beriman tahu bahwa sekarang Tuhannya duduk di sebelah kanan Allah sebagai yang berkuasa atas segala sesuatu.

Para murid mengalami sukacita karena mereka tahu dan percaya bahwa kepergian Yesus bertujuan untuk mempersiapkan mereka sebuah tempat dan pada akhirnya ke mana Yesus pergi, di sana mereka juga akan bersama-Nya (Yoh. 14:2-3). Para murid juga tahu dan percaya bahwa Yesus akan senantiasa menyertai mereka.

Misteri kenaikan Tuhan ke surga sudah terjadi ribuan tahun yang lalu. Namun, sukacita kenaikan Tuhan Yesus ke surga tidak hanya dialami oleh para murid dulu, melainkan juga akan dialami oleh kita apabila kita percaya bahwa di mana Yesus berada, di situ kita akan berada. Artinya, terlepas dari semua kesulitan, tantangan, cobaan, dan penderitaan yang kita alami sekarang, kita memiliki kepastian bahwa suatu saat nanti kita akan berbagi sukacita di surga, tempat di mana Yesus telah mendahului kita.

Dalam pengertian itu, situasi kita saat ini dengan semua pengalaman pahit, bukanlah apa-apa dibandingkan dengan kemuliaan yang menanti kita. Kita akan mengalami sukacita apabila kita percaya bahwa meskipun Yesus telah pergi kepada Bapa, Dia tidak meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Kepergian Yesus kepada Bapa bermanfaat bagi kita karena memberi-Nya sebuah kesempatan untuk mengutus Roh Kudus kepada kita:

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:16).

Dengan demikian, kita tidak sendirian dan kita tidak akan pernah sendirian. Tuhan Yesus masih selalu hadir di tengah-tengah kita melalui kuasa Roh Kudus-Nya. Sebelum Yesus terangkat ke surga, Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati murid-murid-Nya. Yesus yang sama juga memberkati kita. Yesus berjanji tidak akan meninggalkan kita dan akan terus menyertai kita:

“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Sebelum Paskah, Yesus hanya bisa berada di satu tempat dan berbicara dengan orang-orang sezaman-Nya dulu.

Sekarang, dengan kenaikan-Nya ke surga, semua batasan waktu dan ruang dihilangkan sehingga Ia dekat dengan kita lebih dari sebelumnya melalui kuasa Roh Kudus.

Peristiwa Kenaikan Tuhan mengingatkan kita pula bahwa sebagai Gereja, kita telah menerima misi dari Yesus untuk menjadi saksi-Nya. Dalam misi ini, kita tidak sendirian karena Roh Yesus menyertai kita di tengah cobaaan, tantangan, kesulitan dan penderitaan yang kita tanggung demi nama-Nya.

Kepercayaan bahwa di mana Yesus berada, kita pun akan berada dan pengalaman akan penyertaan Yesus dalam hidup kita menjadi daya spiritual bagi kita untuk senantiasa menyembah-Nya dan memuliakan Allah dalam hidup kita. Kepercayaan dan sikap iman seperti inilah yang mendatangkan sukacita bagi kita.

Dalam Tugas dan panggilan iman kita untuk bersekutu, bersaksi dan melayani dalam ruang kehidupan yang telah Tuhan sediakan bagi kita, firman Tuhan mengajak agar kita senantiasa memandang kepada Tuhan dan selalu menantikan kehadirannya dalam persekutuan yang karib dengan Tuhan.

Kita yang telah dipulihkan, telah diberikan Roh yang baru, agar dengan semangat yang baru kita terus maju membangun gereja Tuhan dalam wujud pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara tulus, teristimewa dalam mempersiapkan diri menyongsong ulang tahun GKS Jemaat Praihowar yang kedua.

Intinya hidup kita adalah perjuangan walau rasanya enak dan ringan perjalanan di “tanah datar” tak pernah membawa kita sampai ke puncak, sebaliknya walau berat serta penuh tantangan, airmata dan tetesan keringat, yang jelas perjalanan mendaki akan mengantar kita menuju puncak. [*]

Penulis: GI. Ebenhaeser Landuamah

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *