Semua manusia tentu punya pengharapan, dari kata dasar harap. Harapan memiliki arti sesuatu yang yang diyakini bisa didapatkan di hari esok, atau juga bisa berarti sesuatu yang sedang di nantikan, dan di tunggu. Ada beragam harapan yang digumulkan selama manusia itu masih ada dalam dunia ini. Sebagai orang percaya, harapan kita tidak saja sebatas kebutuhan, keinginan dalam dunia ini, tetapi juga kehidupan beriman kita. Kita merindukan kehidupan setelah kematian, kebahagian setelah segala rasa sakit dan derita yang kita alami, sukacita yang tidak pernah hilang, dan masih banyak lagi. Dan semua harapan ini kita hanya bisa landaskan pada Allah semesta alam, yang berinkarnasi dalam Yesus Kristus. Dialah Raja Pengharapan kita.
Kita telah berada di minggu pertama masa Adven. Adven berarti masa penantian akan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Yang menjadi penggenapan seluruh nubuatan para nabi terdahulu. Seperti yang dinyatakan oleh nabi Yesaya (bnd Yesaya 11:10), Tentang Raja damai yang akan datang, dan kembali dikutip dalam tulisan rasul Paulus dalam bacaan saat ini. Ayat-ayat ini menyatakan bagaimana Yesus Kristus akan tampil di tengah dunia, ditengah angkatan yang tidak setia. Kata taruk berarti tunas atau Ranting. Arti kata ini mengandung konotosi kecil dan remeh. Sebagaimana Yesus sejak kelahirannya adalah anak seorang Tukang Kayu dan lahir di kandang domba. Sebagaimana Isai sendiri adalah seorang penggembala di daerah Betlehem. Namun yang dipandang hina, lemah, remeh oleh dunia ini, justru adalah jalan menuju keselamatan itu.
Sejatinya Ia adalah Raja atas segala raja, kerajaanNya adalah kerajaan kekekalan yang tidak akan pernah Musnah. Ketika Yesus sang Mesias yang dijanjikan ini bangkit, maka segala bangsa akan berbalik dan bertobat. Orang-orang yang berharap padaNya akan memiliki keberanian untuk menata hari esok, bahkan lebih giat melayani dan bersekutu dengan Kristus.
Janji firman Tuhan ialah, bahwa dalam masa penantian ini, sekiranya sukacita, damai sejahtera dinyatakan dalam hati kita, sehingga pada akhirnya kita semakin diteguhkan dalam pengharapan yang sejati. Penantian dalam iman pada Yesus Kristus, tidak akan sia-sia. Biarkan Roh Kudus bekerja dalam hati kita, berdamailah dengan keadaan, berdamailah dengan orang-orang disekitar kita supaya kita pun merasakan berkat yang melimpah. Lepaskan pengampunan. Jerih payah dalam persekutuan bersama Tuhan tidak kembali dengan sia-sia. Dalam masa-masa penantian ini, teruslah berharap pada Tuhan, jangan berpaling dariNya. [*]
Penulis: Vikaris Ratna Kristiani Ina, S.Th