Mengandalkan Tuhan Selalu (Yeremia 17:1-17)

Tema “Mengandalkan Tuhan” bukan hal yang baru bagi orang beriman. “Mengandalkan Tuhan” terkait erat dengan iman atau percaya. Setiap orang yang mengaku percaya atau beriman kepada Tuhan seharusnya hidup dengan mengandalkan Tuhan.

Sebab apa artinya iman atau percaya itu, jika manusia hanya mengandalkan kekuatan dan pikirannya sendiri? Dalam kenyataan memang sering terjadi bahwa orang mengaku percaya kepada Tuhan, namun tidak mempercayakan hidup kepada Tuhan. Semua hal dalam hidup ini dikerjakan dengan kekuatannya sendiri. Bahkan ada orang yang merasa bisa melakukan segala sesuatu tanpa Tuhan. Dan ketika mengalami kegagalan dan masalah, seringkali justru Tuhanlah yang disalahkan.

Bacaan saat ini, menegaskan bahwa setiap orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati hidupnya. Berkat disini tidak identik dengan berkat jasmani, yaitu materi atau hal-hal lain yang bersifat duniawi semata. Sekalipun kehidupan tidak steril dari masalah, tantangan dan pergumulan, tetapi dengan mengandalkan Tuhan maka percayalah Tuhan akan memberikan kasih dan kekuatan untuk terus bertahan. Bukankah itu berkat Tuhan?

Orang yang mengandalkan Tuhan juga berarti tetap menaruh harapan kepada Tuhan. Itu artinya, sekalipun kenyataan hidup tidak selalu sesuai dengan keinginan, namun kita tidak mudah menyerah dan berputus asa. Apakah Tuhan layak diandalkan? Tentu saja iya.

Bukankah iman kristen meyakini bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat yang bangkit dari kematian? Iman Kristen adalah iman yang hidup dan berpengharapan. Sebab, jika Yesus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah iman kita dan sia-sia pula kehidupan kita.

Di ayat 5-6, Yeremia mengingatkan Israel bahwa orang yang mengandalkan manusia adalah orang yang celaka atau terkutuk. Orang terkutuk bisa dikatakan sebagai orang yang sudah “terbuang” dari hadapan Allah. Mengandalkan manusia bisa berarti mengandalkan diri sendiri ataupun orang lain. Semua itu tidak ada artinya dan tidak bisa menyelamatkan (tidak mengalami keadaan baik – ay. 6). Sebaliknya, orang yang mengandalkan Tuhan dikatakan sebagai orang yang diberkati (ay. 7).

Kehidupan Yeremia sebagai nabi memperlihatkan bagaimana cara hidup seseorang yang mengandalkan Tuhan. Hal ini bisa kita perhatikan dari ayat-ayat selanjutnya. Saat itu, orang-orang meninggalkan Tuhan, tetapi dia tidak. Dia tahu Tuhan adalah sumber air yang hidup (ay.13). Kepada Tuhan, dia mencari kesembuhan, keselamatan dan perlindungan (ay.14). Dia mengatakan kepada Tuhan, “Engkaulah perlindunganku pada hari malapetaka” (ay.17). Dia tidak mencari perlindungan pada raja-raja bangsa lain. Dia tidak mengandalkan kekuatannya.

Jemaat Tuhan, manakah yang kita pilih? Mengandalkan manusia ataukah mengandalkan Tuhan?

Sungguh jelas perbandingan yang dibuat Yeremia terkait pilihan yang kita ambil. Sejatinya, Allah datang dalam rupa manusia menjadi sama seperti manusia dan memberikan jalan keselamatan bagi kita. Membuka jalan bagi kita artinya bahwa kepemilikan kita akan keselamatan itu mengharuskan kita memilih Dia dan hidup di dalam Dia.

Namun kita sadar, untuk menjaga kesetiaan mengikut Kristus dan terus mengandalkanNya, bukanlah hal yang mudah. Rasa angkuh dan sombong selalu menggoda kita, sehingga seringkali kita hanya mengandalkan kekuatan dan kemampuan manusia. Saat menghadapi berbagai pergumulan hidup, seringkali kita menjadi tidak sabar, lalu meninggalkan ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, mencari pertolongan diluar Tuhan dan tidak lagi mengandalkan Tuhan.

Mari menyadari bahwa kita adalah manusia yang terbatas. Namun, saat kita mengalami kelemahan dan kerapuhan justru sebagai tempat atau ruang bagi kita untuk mengandalkan Tuhan. Ketika kita mengandalkan Tuhan, maka kita akan berserah pada tuntunanNya, taat pada kehendakNya dan terus setia menjadi pengikut Kristus. Disitulah, maka kasih dan kuasa Allah bekerja nyata dalam hidup kita dan akan merasakan bahagia, sukacita, dan diberkati Tuhan. Amin! [*]

Penulis: Pdt. Yustina Lole, S.Th

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *