Dalam sejarah penciptaan Allah memandang, segala yang diciptakanNya sungguh teramat baik. Demikian juga manusia, yang dianugerahi akal budi memiliki suatu panggilan mulia yaitu untuk memuliakan Allah melalui seluruh karya hidupnya. Dalam hal memuliakan Bapa di Sorga, manusia haruslah ada dalam ketaatan yang penuh.
Ketaatan adalah sikap mendasar dan penting dalam seluruh lini kehidupan manusia. Ketaatan berbicara tentang mendengar dan tidak melanggar. Ketaatan juga berbicara tentang kesadaran bahwa ia adalah milik kepunyaan Allah. Ketaatan juga melibatkan seluruh rasa percaya pada Firman yang keluar dari mulut Allah.
Bacaan pada saat ini dalam Kitab Kejadian pasal 3, berbicara tentang kejatuhan manusia dalam dosa. Sering sekali kita mendengar beberapa perdebatan, bahwa manusia jatuh dalam dosa adalah karena hawa yang memakan buah itu. Padahal kenyataannya, ini masalah ketaatan masing-masing pribadi.
Ketika Allah menempatkan manusia di Taman Eden, Ia menyatakan suatu firman, kemutlakan yang harus ditaati, yaitu jangan memakan buah pohon yang berada di tengah taman itu, karena jika dimakan makan akan mati (2:17).
Namun, rupanya karena ketidaktaatan itu, Manusia pertama mulai tergiur dengan dosa, yang kelihatannya begitu menarik, memikat hati. Ketika Hawa bereaksi memandang buah pohon itu, dengan segala hal yang dipikirkannya (3:6), dosa mulai menguasai dirinya, ketaatan seakan dilupakan dalam sekejap.
Tindakan memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, memberikan persepsi bahwa, seolah-olah Allah tidak begitu serius dengan apa yang difirmankanNya, terkhususnya tentang kematian. Akibat dari ketidaktaan ini:
- Mengalami kematian secara rohani. Terputusnya hubungan rohani dengan Allah sang pencipta. Adanya rasa malu yang begitu besar di hadapan Allah. Terkadang kita sebagai manusia, ketika sekali dua kali tidak taat, dan kita baik-baik saja, maka semakin kita mengabaikan tentang apa yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus.
- Mendatangkan murka Allah. Pengusiran dari Taman Eden adalah bentuk murka Allah. Ini menyatakan bahwa betapa Allah itu kudus, sehingga ciptaanNya pun haruslah Kudus. Penderitaan, kesakitan, kesusahan adalah bagian dari murka Allah. Akibat dari dosa itu. Jangan kita berpikir Allah itu maha pengasih, tidak mungkin Ia menghukum kita hanya karena kesalahan sekali, atau kesalahan Kecil. Apa lagi saya rajin beribadah, rajin berdoa dan lain sebagainya. Ketaatan tidak hanya sebatas pada hal-hal diatas, melainkan Ketaatan haruslah mengekang dan memberi batasan untuk hidup sebagai milik kepunyaan Allah yang sesungguhnya..
Hari-hari ini semakin jahat, ada banyak hal yang ditawarkan oleh dunia, seakan memaksa kita untuk mencoba. Rasanya rugi kalau tidak kita coba apa lagi hidup hanya sekali. Berhati-hatilah, karena setiap dosa yang kita lakukan akan selalu berkaitan dengan murka Allah. Teruslah bergumul agar dimampukan untuk hidup dalam ketaatan. Amin. [*]
Penulis: Vik. Ratna Kristiani Ina, S.Th