Tidak dapat dipungkiri bahwa Allah selalu memelihara umatNya dengan penuh cinta. Salah satu buktinya adalah dengan memberikan berkat bagi umatNya untuk dapat dan terus mempertahakan hidup ini. Berkat Tuhan tercurah bagi umat pilihannya yaitu bangsa israel dalam Kitab Ulangan 28:1-14. Tuhan berjanji akan mengangkat mereka menjadi bangsa yang luar biasa diantara bangsa-bangsa di bumi (ay.1); Berkat ditempat kerja, keturunan, hasil pekerjaan atau usaha dan rumah tangga (2-6); Berkat berupa perlindungan dan kemenangan atas musuh (7); Berkat berupa kesejahteraan dan kelimpahan hidup di tanah perjanjian (8, 11-12); Berkat berupa ditetapkan sebagai umat yang kudus bahkan Tuhan berjanji akan membuka perbendaharaanNya yang melimpah. Sungguh, betapa besarnya rahmat Tuhan bagi umatNya. Namun, semua berkat ini memiliki syarat. Syarat itu penuh penekanan sehingga terangkum dalam ayat pembuka dan penutup perikop berkat ini. Ayat 1 dan 13-14 : semua berkat itu diperoleh dengan mendengarkan suara Tuhan dan tidak boleh menyimpang ke kanan atau ke kiri atau dalam artian setia dan taat dalam melakukan kehendak Tuhan.
Tuhan meminta mereka untuk mendengarkan dan taat melakukan perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mendengarkan suara Tuhan artinya memberi telinga akan perintahNya, sehingga apa saja yang difirmankan Tuhan diterima untuk dilakukan.
Pada prinsipnya, orang yang mendengarkan suara Tuhan memiliki kepekaan akan suara Tuhan dengan memahami apa yang mau Tuhan lakukan untuk hidupnya bahkan untuk banyak orang. Ketajaman dalam memahami diri sendiri dan mengasihi orang lain adalah bagian berkat dari keintiman mendengar suara Tuhan. Ketika seseorang menjadikan mendengarkan suara Tuhan sebagai kesukaannya, maka dapat dipastikan janji dan jaminan Tuhan bagi hidupnya niscaya akan digenapi.
Di mata Tuhan, ketaatan merupakan suatu keharusan. Kesetiaan dalam melakukan kehendakNya adalah hal yang diminta oleh Tuhan dari umatNya sejak zaman dahulu hingga sekarang. Tuntutan untuk hidup setia secara terus menerus adalah juga dengan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri bahkan mengikuti ilah-ilah lain.
Allah pada satu sisi adalah Allah yang cemburu, yang tidak memperkenankan anak-anakNya menduakanNya hanya dengan bergantung pada sesuatu yang sia-sia. Ketundukan dan ketaatan disini utamanya adalah melakukan firman Tuhan. Orang-orang yang setia kepada Tuhan tidak akan pernah dikecewakan Tuhan, mereka akan tetap menerima janji Tuhan untuk terus berbuah dan menghasilkan hidup yang bermakna bahkan memiliki kapasitas yang mumpuni bahkan mampu mengerjakan perkara- perkara yang besar.
Mendengarkan dan menaati kehendakNya adalah keharusan bagi kita semua yang percaya kepadaNya. Mengapa? Karena Dia adalah Allah kita, pemilik hidup kita. Karena itu pula, hal yang terpenting bukanlah berkat, melainkan hubungan yang erat dengan Tuhan, sang pemberi berkat.
Lagipula, berkat Tuhan tidak selalu berupa materi, keamanan, kesuksesan dan kelancaran hidup. Sebab, kita hidup didalam dunia yang berdosa, sehingga mau tidak mau kita harus menerima realitas bahwa kita tidak mungkin menghindari yang namanya masalah dan kesulitan hidup. Namun, jika kita tetap taat, Tuhan berjanji akan selalu hadir bagi kita dan menjaga iman kita, sehingga kita bisa setia mengikut Tuhan sampai akhir hidup yang Ia berikan.
Kiranya peringatan yang Tuhan berikan kepada Israel menjadi peringatan bagi kita hari ini untuk senantiasa taat dan setia melakukan kehendakNya. Percayalah bahwa Ia, Sang Sumber berkat itu, akan melimpahkan kasih setia dan berkatNya kepada kita dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tantangan. Amin. [*]
Penulis : Pdt. Yustina Lole, S.Th