Adakah yang dalam hidupnya sudah merasakan kebebasan? Bebas dari apa? Apa yang harus dilakukan supaya dapat merasakan kebebasan dan mengalami sukacita? Pada dasarnya semua orang ingin hidup bebas. Bebas dari rasa takut, bebas dari hutang, bebas dari perlakuan buruk orang lain, dan masih banyak kebebasan-kebebasan yang dirindukan masing-masing orang. Tema kita hari ini adalah Allah adalah satu-satunya Pembebas. Pembebas adalah pelaku yang membebaskan atau melepaskan seseorang dari rasa takut, dari hutang, dari perlakuan buruk orang lain dan sebagainya.
Firman Tuhan ini berisi seruan pemazmur kepada Tuhan agar doa-doanya didengar oleh Allah. Ditengah himpitan musuh yang mengejarnya bahkan menginginkan nyawanya, pemazmur datang kepada Allah dengan menyenangkan Tuhan secara sungguh-sungguh melalui laku hidup yang benar. Cara Daud mengungkapkan niatnya:
- Ia mengungkapkan niatnya dengan penuh ketulusan di hadapan Allah (ay.1-4)
- Dia berdoa memohon kepada Allah untuk tetap menyokongnya didalam ketulusannya dan menjaganya dari kejahatan para musuhnya (ay.5-8, 13)
- Dia menggambarkan watak para musuhnya dan memakainya sebagai dasar permohonannya supaya dilindungi oleh Allah (ay.9-12, 14)
- Dia menghibur dirinya dengan kebahagiaan yang akan diperolehnya nanti (ay.15)
Menurut pemazmur, pembebasan lain yang dikerjakan Tuhan bagi umat-Nya adalah membebaskan dari segala kesesakan dan penderitaan, artinya selalu ada jalan keluar untuk setiap masalah dan kesesakan yang dialami, asalkan hidup yang dijalani murni dan memiliki hati yang bersih.
Mari belajar dari pemazmur dengan usaha yang dilakukannya menjaga mulutnya dari perkataan dusta bahkan menjaga diri untuk tidak berlaku cemar di hadapan Allah sebagai suatu kesempatan bagi kita untuk juga mengalami kasih setiaNya dengan berlaku setia menjaga hidup kita berkenan di hadapanNya. Dengan demikian kita akan merasakan belas kasih, mujizat, pembebasan serta jawaban dari setiap pergumulan dan perjuangan yang setiap saat menekan kehidupan kita. Karena kita tahu, kebebasan menjadi bagian dari hidup kita untuk terus berkarya memuliakan Allah dengan tidak dibatasi oleh apapun bahkan penderitaan sekalipun. Biarlah dalam anugerah dan kasih sayang Allah kita boleh terus mengungkapkan bahwa “Allah adalah satu-satunya pembebas”. Tuhan membekati. Amin! [*]
Penulis: Pdt. Yustina Lole, S.Th