Bergumul dan Berpengharapan Kepada Allah (Mazmur 73:2-28)

Sebagai orang percaya, adalah sebuah keharusan untuk Membaca Alkitab, yang dapat di ibarat sebagai sarapan pagi yang wajib di nikmati. Artinya bahwa Membaca Alkitab adalah hal yang penting dan dibutuhkan setiap hari untuk menguatkan iman kita, seperti kita butuh makan untuk mendapatkan energi dan kekuatan untuk menjalani hari-hari hidup kita. Dengan demikian, dari ketekunan membaca firman Tuhan itulah, kita bisa mensyukuri hidup ini, asalkan Punya Tuhan dan kekuatan dari-NYA itu sudah cukup.

Hal ini juga serupa dengan apa yang dilakukan oleh pemazmur ketika tekanan mendesak, kesulitan menghimpit dan hati terasa pahit. Namun dekat dengan Allah itu membuatnya yakin bahwa Allah tetap akan menuntun tangannya. Kepastian atas Allah yang hadir dan menyertai membuatnya berkomitmen, “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.” Di masa tua kita atau usia yang sudah lanjut, kita pasti merasakan bagian tubuh kita tulang “ kita semakin lemah, dan karena itulah yang membuat khawatir, takut dan sedih, karena kita merasa bahwa kita tidak bisa apa” lagi dan juga kita merasa tidak ada tempat lagi untuk kita berpengharapan. Namun pemazmur kali ini menegas bagi setiap kita, untuk terus berpengharapan pada Allah, karena hanya Allah-lah kita mendapatkan kelegaan, hanya pada Allah saja kita berpengharapan.

Sebagai orang” percaya juga kita sering mengalami kegelisahan, entah itu karena usia yg sudah tidak muda lagi atau pun kegelisahan mengenai kehidupan kita yang selalu mendapatkan masalah dan persoalan, sehingga membuat hati kita terus gelisah. Namun pemazmur ini kembali membuat kita mendapat kedamaian dan ketenangan, dimana Allah akan selalu ada di dalam setiap langkah kita dan Allah juga tidak akan pernah meninggalkan kita meskipun kita sudah lanjut usia, tetapi kasih Allah tidak akan pernah berkurang sedikitpun.

Bagaimana kita menghadapi pergumulan hidup? Ada yang menatap ke depan dengan pengharapan tetapi ada juga yang mungkin kepahitan. Kondisi baik dan sulit dalam hidup bisa terjadi kepada kita semua.

Inti pesan Firman Tuhan dalam Mazmur 73 adalah: “Mendekatlah kepadaKu karena inilah yang terpenting”, khususnya ketika kita menghadapi pergumulan, Tuhan akan menyertai kita. Dalam ayat 28 sebagai penutup ada prinsip menarik: lepas dari pergumulan bukanlah semata-mata urusan kelegaan secara pribadi, pemazmur menaruh perlindungan kepada Tuhan Allah supaya dapat menceritakan segala pekerjaanNya!

Ada unsur memuliakan Allah dan memberitakannya kepada orang lain. Marilah kita menjadikan hidup kita dan bahkan pergumulan hidup untuk terus berkarya dalam segala hal yang kita alami.

Tuhan Yesus Memberkati, Amin. [*]

Penulis: Fransiska Rambu Bangi Ata (Mahasiswa Praktek STT GKS)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *