Kita cenderung menghakimi orang lain, tetapi membela diri sendiri atau membenarkan diri sendiri. Dan sebagaimana kita memperlakukan orang lain demikian pula Tuhan memperlakukan kita, ukuran yang dipakai kita untuk orang lain itu juga ukuran dipakai Tuhan untuk kita. Mengapa Tuhan melakukan demikian karena Tuhan menginginkan persatuan orang beriman agar bertumbuh dengan baik didalam kesucian. Oleh sebab itu sikap kita sebagai orang Kristen janganlah memiliki sikap yang suka menghakimi tetapi saling mengoreksi, membenahi satu dengan yang lainnya demi membangun persekutuan bersama.
Keluarga yang di berkati Tuhan…
Hal menghakimi yang dimaksudkan disini bukan berarti kita tidak menegur kesalahan orang lain tetapi gunakan dengan cara yang baik dan tidak menghakimi orang lain ketika melihat kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Menghakimi mencari kesalahan orang lain itu tidak sama dengan menegur. Menegur untuk tujuan memperbaiki, seperti yang dikatakan Yakobus 4:11-12.
Kita wajib menegur seseorang jika seseorang melakukan sebuah kesalahan, karena jika kita tidak menegur yang salah maka kita akan turut berdosa. Namun hal menghakimi hanya bertujuan untuk menjatuhkan orang lain, hal menghakimi tidaklah diinginkan oleh Yesus Kristus. Namun kalau tujuan awal kita menegur orang lain dengan mengarah untuk mencari kesalahan-kesalahan orang lain ini merupakan suatu hal yang tidak disukai oleh Yesus Kristus.
Keluarga yang di berkati Tuhan..
Dalam menilai orang lain, seringkali kita menempatkan orang lain di tempat yang salah. Dan kadangkala kita lebih cepat menilai sesuatu tanpa mengetahui alasan orang lain dalam melakukan tindakan. Tidak seorangpun dapat mengetahui pergumulan orang lain didalam ia menghadapi sesuatu jika saja kita mengetahui perjalanan panjang yang ia lewati untuk berada dititik ini maka kita tidak akan mudah mengeluarkan penilaian tersebut terhadap dirinya. Dan sebaliknya jika kita bisa merasakan sebuah perjuangan yang ia rasakan dalam hidupnya kita mungkin bisa lebih menghargai dia.
Keluarga yang diberkati Tuhan…
Adakalanya juga seseorang memiliki maksud dan tujuan tersembunyi ketika ia mencari kesalahan orang lain. Seringkali juga orang lain suka menjadikan kita sebagai objek untuk menghakimi. Dia juga terlalu kritis dalam melihat kelemahan-kelemahan kecil yang ada disekelilingnya. Dan untuk mengeluarkan masalah-masalah ini dari diri kita tetapi ia sulit mengeluarkan masalah yang ada di dalam dirinya, ia mampu menutupi kesalahannya sendiri dan memperlihatkan kesalahan orang lain, dia mampu menertawakan kesalahan orang lain tetapi ia tidak mampu menertawakan kesalahannya sendiri.
Dan setelah Tuhan melihat hal ini terjadi kepada orang tersebut maka Tuhan berkata keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas selumbar itu dari dalam mata saudaramu (ayat 5).
Kita tidak membutuhkan dokter atau tukang kayu untuk memahami perumpamaan Yesus ini, namun jika kita mau mengalihkan perhatian dari selumbar yang kita lihat dalam diri orang lain untuk memperhatikan balok yang ada dalam diri kita dan orang-orang di sekitar kita. Maka kita akan menemukan sisi baik orang lain, dan disitu juga tercermin akan kepribadian yang kita miliki. Sebaik apa kita di depan orang yang kita hakimi akan terlihat jelas jika kita berani melihat selumbar itu dalam diri kita, dan kita akan mampu menghakimi orang lain.
Keluarga yang di berkati Tuhan…
Hanya Allah yang berwewenang untuk menghakimi kita, dan hanya Dia yang pantas melakukan penghakiman. Karena hanya Dialah Allah yang mahakuasa, satu-satunya hakim yang jujur, benar, dan adil dalam penghakiman. Penghakiman bukan hak kita, dan janganlah kita tempatkan diri kita ditempat yang tidak seharusnya. Dan jika kita mengambil hak Allah maka Allah akan menuntut pertanggungjawaban dari kita dengan standar yang kita pakai.
Oleh sebab itu marilah kita terus mencari Allah, sambil berdoa agar kita tidak lagi menghakimi saudara kita, tetapi kita menjadi berkat bagi sesama kita, membagikan hal-hal yang positif seperti berbuat kebaikan, dan sering bercerita tentang Firman Tuhan. Karena melalui hal itulah kita dirangkul oleh Allah untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Doakan diri kita sendiri agar kita tidak di hakimi oleh siapapun, tetapi biarkanlah Tuhan yang menghakimi karena Dialah hakim yang jujur dan adil, berdoa agar hidupmu di baharui di bulan kemerdekaan ini, Tuhan menolong dan memberkati kita sekalian. Amin. [*]
Penyusun : Cavic. Hely Sabarua, S.Th