Hidup ini merupakan sebuah perjumpaan, pertemuan, dan hampir setiap hari dan setiap kesempatan kita selalu bertemu dengan sesama, dan dalam perjumpaan yang terjadi selalu kita bertemu dengan orang-orang yang berbeda-beda, hari ini ketemu A sebentar lagi ketemu B dan hampir setiap waktu kita saling bertemu dengan sesama.
Dan pada dasarnya ketika kita berada di dunia ini tidaklah hidup sendiri. Oleh karena itu mereka akan selalu berjumpa disetiap kesempatan dan setiap waktu. Dan dalam perjumpaan tersebut akan ada yang saling berbagi kisah, dan tentunya akan terus merindukan perjumpaan itu.
Perjumpaan bisa saja dengan keluarga, anak, orangtua, sahabat, atau dengan rekan kerja. Ketika berjumpa ada kebahagiaan tersendiri, baik orang yang kita jumpai maupun kita yang menjumpai orang itu.
Firman Tuhan yang menjadi perenungan kita saat ini, memberikan suatu kesaksian yang menarik bagi kita yang memiliki keinginan untuk berjumpa dengan Tuhan melalui perjumpaan dengan orang-orang yang ada di sekitar kita yang menjadi utusan Tuhan.
Matius adalah salah satu murid Yesus yang mengikuti perjalanan pelayanan Yesus dan berjumpa dengan banyak orang juga. Disini Matius menjelaskan tentang Yesus dan murid-muridnya yang berjumpa dengan orang banyak dan memberikan mereka berkat yang tidak disangka oleh orang banyak itu yaitu memberikan mereka makanan.
Itulah kisah yang terjadi saat Yesus dan murid-muridnya melakukan pelayanannya dan bertemu dengan orang-orang banyak (ayat 19-20). Begitu pula dalam kehidupan Matius yang berjumpa dengan Yesus dan memiliki kehidupan yang baru dan menjadi murid Yesus dan mengikuti Yesus kemanapun Ia pergi.
Begitu pun dengan Petrus. Ia juga seorang murid Yesus dan pekerjaan Petrus ini adalah seorang nelayan atau penjala ikan. Suatu hari ketika petrus berlayar di laut di situlah ia bertemu dengan Yesus dan Yesus menjadikan Simon Petrus ini menjadi muridnya. Dan setelah Simon Petrus ini mejadi murid Yesus, kehidupannya tidak lagi penjala ikan tetapi berubah menjadi penjala manusia, yaitu memberitakan kebenaran Tuhan kepada orang banyak dan mengikuti Yesus kemanapun Yesus pergi.
Setelah mereka menjadi murid Yesus Kristus mereka hidup bersama Yesus dan melakukan pelayanan pengabaran Injil dan disitu mereka bertemu dengan banyak orang. Sebagai keluarga perlu kita menjadi seorang Petrus yang awalnya menjadi penjala ikan, tetapi kemudian ketika bertemu dengan Yesus berubah menjadi penjala manusia.
Jadikanlah setiap momen perjumpaan kita dengan sesama untuk menjadi berkat bagi mereka dengan memberitakan kebenaran firman Tuhan. Jadi setiap perjumpaan kita dengan sesama adalah momen terpenting, karena melalui perjumpaan kita dapat menemukan makna kehidupan kita yang sesungguhnya.
Ada beberapa point penting yang perlu kita renungkan
1. Memelihara kehidupan doa
Terus berdoa kepada Tuhan apapun pekerjaanmu agar bisa berjumpa dengan Yesus Kristus. Mungkin hari kemarin kita melupakan doa ini, tetapi hari ini marilah kita terus berdoa dan terus memiliki keinginan untuk berjumpa dengan Yesus Kristus.
2. Membaca dan merenungkan firmannya.
Sisahkan waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan firman Allah melalui ibadah dalam keluarga setiap hari. Karena melalui ibadah keluarga juga kita bisa berjumpa dengan Yesus Kristus.
3. Merawat iman dengan hidup beribadah
Ibadah bukan saja ibadah rumah, tetapi juga ibadah minggu, berjumpa dengan orang-orang yang membutuhkan bantuan, berbagi kasih dengan orang-orang mengalami sakit dan lain sebagainya itulah ibadah yang sesungguhnya. Karena melalui perjumpaan kita dengan orang-orang akan membawa perubahan, baik dalam kehidupan kita sebagai anak Tuhan, dan lewat itu juga kita dapat berjumpa dengan Yesus melalui orang-orang yang kita jumpai. Tuhan Yesus Memberkati. Amin. [*]
Penyusun: Cavic. Heli Sabarua, S.Th